<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aku Cinta WordPress</title>
	<atom:link href="http://www.ilovewordpress.org/id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ilovewordpress.org/id/</link>
	<description>karena WordPress begitu cantiknya ...</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Jul 2011 10:14:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Mudahnya Menginstal dan Memperbarui WordPress</title>
		<link>http://www.ilovewordpress.org/id/fitur/pengaturan-dan-pengadministrasian/mudahnya-menginstal-dan-memperbarui-wordpress/</link>
		<comments>http://www.ilovewordpress.org/id/fitur/pengaturan-dan-pengadministrasian/mudahnya-menginstal-dan-memperbarui-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jul 2011 04:07:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masino Sinaga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengaturan dan Pengadministrasian]]></category>
		<category><![CDATA[instal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ilovewordpress.org/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda mendengar &#8220;Instal WordPress hanya 5 menit&#8221; yang terkenal itu? Hm, ternyata Anda tidak harus selalu menggunakan waktu Anda selama 5 menit untuk menginstal WordPress. Anda bahkan dapat melakukannya hanya kurang dari 3 menit. Begitu mudahnya menginstal WordPress. Bayangkan, betapa mudah dan cepatnya! Hal yang sama pun berlaku ketika Anda memperbarui WordPress Anda ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah Anda mendengar &#8220;Instal WordPress hanya 5 menit&#8221; yang terkenal itu? Hm, ternyata Anda tidak harus selalu menggunakan waktu Anda selama 5 menit untuk menginstal WordPress. Anda bahkan dapat melakukannya hanya kurang dari 3 menit. Begitu mudahnya menginstal WordPress. Bayangkan, betapa mudah dan cepatnya!</p>
<p>Hal yang sama pun berlaku ketika Anda memperbarui WordPress Anda ke versi terakhir. Karena WordPress menyediakan pengingat pemutahiran yang bersifat otomatis, maka Anda dapat mengetahui ketika versi terbaru dari WordPress dirilis melalui dasbor. Anda kemudian dapat dengan mudah memperbarui WordPress Anda dengan cukup mengklik tautan atau tombol, lalu membiarkan WordPress menyelesaikan sisanya hanya kurang dari 10 detik. Dapatkah Anda bayangkan itu? Betapa mudah dan cepatnya!</p>
<p>Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa WordPress tidak akan pernah mengecewakan Anda. Anda tidak perlu khawatir apakah proses instalasi dan pembaruan tadi berhasil atau gagal karena WordPress sudah memastikan bahwa segalanya berjalan dengan lancar sebelum mereka mengeluarkan versi terbarunya. Itu artinya bahwa Anda cukup duduk dengan tenang dan santai sampai proses pembaruan selesai.</p>
<p>Semakin sering Anda melakukan proses instalasi dan pemutahiran, maka semakin cepat waktu yang Anda butuhkan untuk menyelesaikannya.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong>: Instalasi WordPress 5 menit yang terkenal itu tidak dapat dikalahkan demi alasan kesederhanaan dan kemudahan dalam penggunaan. Memutahirkan situs Anda ke versi terakhir WordPress sangatlah mudah, juga, dia menggunakan waktu yang lebih cepat dari proses instalasi! </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ilovewordpress.org/id/fitur/pengaturan-dan-pengadministrasian/mudahnya-menginstal-dan-memperbarui-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Profil Pengguna di WordPress</title>
		<link>http://www.ilovewordpress.org/id/fitur/pengaturan-dan-pengadministrasian/profil-pengguna-di-wordpress/</link>
		<comments>http://www.ilovewordpress.org/id/fitur/pengaturan-dan-pengadministrasian/profil-pengguna-di-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Jun 2011 13:01:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masino Sinaga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengaturan dan Pengadministrasian]]></category>
		<category><![CDATA[pengguna]]></category>
		<category><![CDATA[profil pengguna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ilovewordpress.org/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu keindahan di WordPress adalah bahwa dia menyediakan sebuah halaman Profil Pengguna sehingga pengguna yang sudah terdafar di situs Anda dapat melengkapi informasi profil mereka oleh mereka sendiri. Di sisi lain, apakah Anda pemilik situs atau programmer atau mengetahui tentang PHP, maka Anda dengan mudahnya dapat menambahkan informasi tambahan terkait dengan profil pengguna Anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu keindahan di WordPress adalah bahwa dia menyediakan sebuah halaman Profil Pengguna sehingga pengguna yang sudah terdafar di situs Anda dapat melengkapi informasi profil mereka oleh mereka sendiri. Di sisi lain, apakah Anda pemilik situs atau programmer atau mengetahui tentang PHP, maka Anda dengan mudahnya dapat menambahkan informasi tambahan terkait dengan profil pengguna Anda tanpa harus memodifikasi berkas utama WordPress (skrip dan basisdata). Sebagai contoh, Anda ingin menambahkan field tambahan seperti: Alamat, Propinsi, Kodepos, Nomor Telepon, dan sebagainya. Informasi tambahan ini akan otomatis ditambahkan ke dalam tabel <strong>usermeta</strong>.</p>
<p>Ada begitu banyak informasi yang berguna yang sebaiknya Anda ketahui mengenai keindahan dan fleksibilitas Profil Pengguna di WordPress. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.</p>
<ol>
<li><a href="http://codex.wordpress.org/Users_Your_Profile_Screen" title="Tampilan Profil Pengguna" target="_blank">Tampilan Profil Pengguna</a></li>
<li><a href="http://bavotasan.com/tutorials/adding-extra-fields-to-the-wordpress-user-profile/" title="Menambahkan Field Tambahan ke Profil Pengguna WordPress" target="_blank">Menambahkan Field Tambahan ke Profil Pengguna WordPress</a></li>
<li><a href="http://www.kevinleary.net/add-tinymce-wordpress-user-profile-pages/" title="Menambahkan TinyMCE ke Profil Pengguna WordPress" target="_blank">Menambahkan TinyMCE ke Profil Pengguna WordPress</a></li>
<li><a href="http://andrewferguson.net/wordpress-plugins/add-user-photo/" title="Menambahkan Foto Pengguna ke Profil Pengguna WordPress" target="_blank">Menambahkan Foto Pengguna ke Profil Pengguna WordPress</a></li>
<li><a href="http://codex.wordpress.org/Function_Reference/get_user_meta" title="Bagaimana Mendapatkan Informasi Profil Pengguna di WordPress" target="_blank">Bagaimana Mendapatkan Informasi Profil Pengguna di WordPress</a></li>
<li><a href="http://codex.wordpress.org/Plugin_API" title="Referensi API Plugin WordPress" target="_blank">Referensi API Plugin WordPress</a></li>
<li><a href="http://adambrown.info/p/wp_hooks/" title="Basisdata Hooks di WordPress" target="_blank">Basisdata Hooks di WordPress</a></li>
</ol>
<p><strong>Kesimpulan:</strong> Setiap pengguna di situs Anda dapat menentukan profil masing-masing, dengan lebih detail seperti alamat email, nick pesan instan, dan sebagainya, jika mereka menginginkannya. Pengguna juga dapat mengatur cara detail mereka ditampilkan di situs. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ilovewordpress.org/id/fitur/pengaturan-dan-pengadministrasian/profil-pengguna-di-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peran Pengguna dan Level Pengguna di WordPress</title>
		<link>http://www.ilovewordpress.org/id/fitur/pengaturan-dan-pengadministrasian/peran-pengguna-dan-level-pengguna-di-wordpress/</link>
		<comments>http://www.ilovewordpress.org/id/fitur/pengaturan-dan-pengadministrasian/peran-pengguna-dan-level-pengguna-di-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jun 2011 10:59:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masino Sinaga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengaturan dan Pengadministrasian]]></category>
		<category><![CDATA[admin]]></category>
		<category><![CDATA[kemampuan pengguna]]></category>
		<category><![CDATA[kontributor]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[pengguna]]></category>
		<category><![CDATA[penulis]]></category>
		<category><![CDATA[penyunting]]></category>
		<category><![CDATA[peran pengguna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ilovewordpress.org/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[Peran Pengguna (User Roles) WordPress memiliki sebuah istilah yang menjelaskan peran dari pengguna; yang disebut dengan User Roles (Peran Pengguna). User Roles dirancang untuk memungkinkan pemilik situs memiliki kemampuan mengawasi dan menugaskan apa saja yang bisa dilakukan dan tidak dilakukan oleh pengguna di situsnya. Setiap Peran diijinkan untuk melakukan satu atau sekumpulan tugas yang disebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Peran Pengguna (User Roles)</h3>
<p>WordPress memiliki sebuah istilah yang menjelaskan peran dari pengguna; yang disebut dengan <strong>User Roles (Peran Pengguna)</strong>. User Roles dirancang untuk memungkinkan pemilik situs memiliki kemampuan mengawasi dan menugaskan apa saja yang bisa dilakukan dan tidak dilakukan oleh pengguna di situsnya. Setiap Peran diijinkan untuk melakukan satu atau sekumpulan tugas yang disebut dengan Capabilities atau Kemampuan. </p>
<ol>
<li>
<strong>Subscriber (Pelanggan)</strong><br />
Peran ini merupakan peran yang paling terendah di WordPress, sehingga secara standar dia akan terpilih ketika Anda menambahkan user baru dari menu &#8220;WordPress Admin&#8221; -> &#8220;Users&#8221;. Pengguna dengan level Subscriber hanya dapat mengakses Profil-nya dari panel Admin WordPress. Mereka juga hanya dapat membaca isi artikel atau tulisan di situs, dan oleh karena itu mereka tidak dapat menambah atau menyunting konsep tulisan atau artikel. Level ini biasanya ditujukan untuk pengguna yang diijinkan untuk mengirim komentar terhadap suatu tulisan. Untuk hal ini maka pengguna harus mendaftarkan akunnya dan menerima kata sandi agar dapat mengirimkan komentar.</p>
<p>Kemampuan milik peran pengguna ini adalah:<br />
- read (baca)
</li>
<li>
<strong>Contributor (Kontributor)</strong><br />
Peran ini dapat menambahkan tulisan ke situs hanya dalam format konsep atau rancangan. Mereka tidak dapat menerbitkan tulisan mereka. Tulisan tersebut hanya dapat diterbitkan oleh orang lain yang berwenang untuk hal itu. Ini merupakan cara yang tepat jika Anda menginginkan pengguna menambahkan tulisan yang butuh persetujuan sebelum dapat diterbitkan. </p>
<p>Kemampuan milik peran pengguna ini adalah:<br />
- delete_posts (menghapus tulisan)<br />
- edit_posts (menyunting tulisan)<br />
- read (membaca)
</li>
<li>
<strong>Author (Penulis)</strong><br />
Peran ini mengijinkan pengguna mengunggah berkas media dan dapat menyunting apapun yang mereka tambahkan ke situs. Di sini Anda tidak dapat mengawasi ke depan apa yang telah kirimkan atau yang telah mereka sunting. Tidak seperti level Kontributor, pengguna dengan peran Author (Penulis) dapat menulis dan menerbitkan tulisan mereka tanpa harus disetujui terlebih dulu.</p>
<p>Kemampuan yang dimiliki oleh peran ini adalah:<br />
- delete_posts (menghapus tulisan)<br />
- delete_published_posts (menghapus tulisan yang sudah diterbitkan)<br />
- edit_posts (menyunting tulisan)<br />
- edit_published_posts (menyunting tulisan yang sudah diterbitkan)<br />
- publish_posts (menerbitkan tulisan)<br />
- read (membaca)<br />
- upload_files (mengunggah berkas)
</li>
<li>
<strong>Editor (Penyunting)</strong><br />
Pengguna dengan peran ini dapat menambah, menyunting, dan menghapus tulisan mereka, juga dapat menyunting apapun termasuk links (tautan), pages (halaman), posts (tulisan/artikel) dan menyetujui atau menyunting komentar. Mereka tidak dapat mengubah apapun yang terdapat di bawah menu Themes atau Plugins. </p>
<p>Kemampuan yang dimiliki oleh peran ini adalah:<br />
- delete_others_pages (menghapus halaman lain)<br />
- delete_others_posts (menghapus tulisan lain)<br />
- delete_pages (menghapus halaman)<br />
- delete_posts (menghapus tulisan)<br />
- delete_private_pages (menghapus halaman yang bersifat prifat)<br />
- delete_private_posts (menghapus tulisan yang bersifat prifat)<br />
- delete_published_pages (menghapus halaman yang sudah diterbitkan)<br />
- delete_published_posts (menghapus tulisan yang sudah diterbitkan)<br />
- edit_others_pages (menghapus halaman lain)<br />
- edit_others_posts (menghapus tulisan lain)<br />
- edit_pages (menyunting halaman)<br />
- edit_posts (menyunting tulisan)<br />
- edit_private_pages (menyunting halaman yang bersifat prifat)<br />
- edit_private_posts (menyunting tulisan yang bersifat prifat)<br />
- edit_published_pages (menyunting halaman yang sudah diterbitkan)<br />
- edit_published_posts (menyunting tulisan yang sudah diterbitkan)<br />
- manage_categories (mengelola kategori)<br />
- manage_links (mengelola links/tautan)<br />
- moderate_comments (memoderasi (menyetujui/menolak) komentar)<br />
- publish_pages (menerbitkan halaman)<br />
- publish_posts (menerbitkan tulisan)<br />
- read (membaca)<br />
- read_private_pages (membaca halaman yang bersifat prifat)<br />
- read_private_posts (membaca tulisan yang bersifat prifat)<br />
- unfiltered_html (not with Multisite. See Unfiltered MU) (tidak menyaring html (tidak dengan multisitus)<br />
- upload_files (mengunggah berkas)
</li>
<li>
<strong>Administrator (Admin)</strong><br />
Pengguna dengan peran ini dapat melakukan apapun dan di manapun di situs Anda. Mengunggah plugin, melakukan pemutahiran WordPress, mengganti pengaturan. Ini merupakan akses dengan level tertinggi. </p>
<p>Kemampuan yang dimiliki oleh peran ini adalah:<br />
- activate_plugins<br />
- add_users<br />
- create_users<br />
- delete_others_pages<br />
- delete_others_posts<br />
- delete_pages<br />
- delete_plugins<br />
- delete_posts<br />
- delete_private_pages<br />
- delete_private_posts<br />
- delete_published_pages<br />
- delete_published_posts<br />
- delete_themes<br />
- delete_users<br />
- edit_dashboard<br />
- edit_files<br />
- edit_others_pages<br />
- edit_others_posts<br />
- edit_pages<br />
- edit_plugins<br />
- edit_posts<br />
- edit_private_pages<br />
- edit_private_posts<br />
- edit_published_pages<br />
- edit_published_posts<br />
- edit_theme_options<br />
- edit_themes<br />
- edit_users<br />
- export<br />
- import<br />
- install_plugins<br />
- install_themes<br />
- list_users<br />
- manage_categories<br />
- manage_links<br />
- manage_options<br />
- moderate_comments<br />
- promote_users<br />
- publish_pages<br />
- publish_posts<br />
- read_private_pages<br />
- read_private_posts<br />
- read<br />
- remove_users<br />
- switch_themes<br />
- unfiltered_html (not with Multisite. See Unfiltered MU)<br />
- unfiltered_upload<br />
- update_core<br />
- update_plugins<br />
- update_themes<br />
- upload_files
</li>
</ol>
<h3>User Levels (Level Pengguna)</h3>
<p>Berdasarkan pada User Roles (Peran Pengguna) di atas, berikut ini level pengguna yang ditugaskan kepada mereka:</p>
<ol>
<li>
<strong>Subscriber (Pelanggan)</strong><br />
Nilai untuk level pengguna ini adalah &#8220;0&#8243; (nol). Anda dapat menemukan nilai ini dari tabel &#8220;usermeta&#8221; di ruas &#8220;meta_value&#8221; di mana nilai pada ruas &#8220;meta_key&#8221; field bernilai &#8220;wp_user_level&#8221;.
</li>
<li><strong>Contributor (Kontributor)</strong><br />
Nilai untuk level pengguna ini adalah &#8220;1&#8243; (satu). Anda dapat menemukan nilai ini dari tabel &#8220;usermeta&#8221; di ruas &#8220;meta_value&#8221; di mana nilai pada ruas &#8220;meta_key&#8221; field bernilai &#8220;wp_user_level&#8221;.
</li>
<li><strong>Author (Penulis)</strong><br />
Nilai untuk level pengguna ini adalah &#8220;2&#8243; (dua). Anda dapat menemukan nilai ini dari tabel &#8220;usermeta&#8221; di ruas &#8220;meta_value&#8221; di mana nilai pada ruas &#8220;meta_key&#8221; field bernilai &#8220;wp_user_level&#8221;.
</li>
<li><strong>Editor (Penyunting)</strong><br />
Nilai untuk level pengguna ini adalah &#8220;7&#8243; (tujuh). Anda dapat menemukan nilai ini dari tabel &#8220;usermeta&#8221; di ruas &#8220;meta_value&#8221; di mana nilai pada ruas &#8220;meta_key&#8221; field bernilai &#8220;wp_user_level&#8221;.
</li>
<li><strong>Administrator (Admin)</strong><br />
Nilai untuk level pengguna ini adalah &#8220;10&#8243; (sepuluh). Anda dapat menemukan nilai ini dari tabel &#8220;usermeta&#8221; di ruas &#8220;meta_value&#8221; di mana nilai pada ruas &#8220;meta_key&#8221; field bernilai &#8220;wp_user_level&#8221;. Selama proses instalasi WordPress berlangsung, skrip otomatis menambahkan pengguna dengan peran Admin dan menugaskan Level Pengguna 10 kepadanya. Secara normal, hanya satu pengguna yang seharusnya diijinkan memiliki Level Pengguna 10 karena level ini memberikan hak akses penuh untuk mengawasi semuanya.
</li>
</ol>
<p>Perlu diingat bahwa WordPress memperkenalkan sebuah peran pengguna baru yang bernama <strong>Super Admin</strong> sejak versi 3.0. Peran pengguna ini memiliki hak akses ke pengaturan situs jaringan untuk mengawasi keseluruhan situs di jaringan tersebut. Pengguna dengan level Administrator (Admin) akan secara otomatis memiliki hak akses Super Admin.</p>
<p>Sebenarnya, ada sekitar sebelas level pengguna di WordPress (0 sampai 10). Untuk informasi lebih lanjut, silahkan baca <a href="http://codex.wordpress.org/User_Levels" title="User Levels in WordPress" target="_blank">http://codex.wordpress.org/User_Levels</a>.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong>: WordPress menggunakan level-pengguna untuk mengawasi hak-akses-pengguna ke berbagai fitur yang berbeda, sehingga Anda dapat membatasi kemampuan pengguna secara individu untuk membuat atau memodifikasi isi di situs Anda, cukup dengan cara mengubah level penggunanya. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ilovewordpress.org/id/fitur/pengaturan-dan-pengadministrasian/peran-pengguna-dan-level-pengguna-di-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WordPress yang Ramah dengan Zona Waktu (UTC Friendly)</title>
		<link>http://www.ilovewordpress.org/id/fitur/pengaturan-dan-pengadministrasian/wordpress-yang-ramah-dengan-zona-waktu-utc-friendly/</link>
		<comments>http://www.ilovewordpress.org/id/fitur/pengaturan-dan-pengadministrasian/wordpress-yang-ramah-dengan-zona-waktu-utc-friendly/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2011 04:12:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masino Sinaga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengaturan dan Pengadministrasian]]></category>
		<category><![CDATA[zonawaktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ilovewordpress.org/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Di WordPress, ketika Anda sedang menulis sebuah artikel, maka tanggal dan jam ketika Anda menyimpan artikel tersebut pertama sekali akan disimpan dalam dua kolom yang terpisah. Kolom yang pertama menyimpan tanggal dan jam dalam format UTC (post_date_gmt), sedangkan kolom yang kedua akan menyimpan tanggal dan jam dalam format yang sesuai dengan zona waktu (post_date) yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di WordPress, ketika Anda sedang menulis sebuah artikel, maka tanggal dan jam ketika Anda menyimpan artikel tersebut pertama sekali akan disimpan dalam dua kolom yang terpisah. Kolom yang pertama menyimpan tanggal dan jam dalam format UTC (post_date_gmt), sedangkan kolom yang kedua akan menyimpan tanggal dan jam dalam format yang sesuai dengan zona waktu (post_date) yang Anda tentukan di Pengaturan Umum (General Settings) dari WordPress Anda. Sebagai contoh, jika Anda sedang menggunakan zona waktu &#8220;UTC+7&#8243;, dan Anda menulis artikel kemudian menyimpannya pertama sekali pada tanggal 2 Juni 2011 pukul 09:33:34 pagi, maka nilai pada kolom yang memiliki format UTC (post_date_gmt) akan menjadi &#8220;2011-06-04 02:33:43&#8243;, sedangkan di kolom yang memiliki format yang sesuai dengan zona waktu &#8220;UTC+7&#8243; (post_date) akan menjadi &#8220;2011-06-04 09:33:43&#8243;.</p>
<p>Hal yang sama akan terjadi ketika Anda memodifikasi atau menyunting suatu artikel. Tanggal dan jam ketika Anda menyunting artikel tersebut akan disimpan juga dalam dua kolom yang terpisah dengan kolom tanggal dan jam ketika Anda menyimpan artikel tersebut pertama sekali. Kedua kolom tanggal dan jam modifikasi juga akan memiliki nilai yang sesuai dengan format UTC (post_modified_gmt) dan yang satunya dalam format yang sesuai dengan zona waktu yang Anda tentukan pada menu &#8220;General&#8221; -> &#8220;Settings&#8221; di WordPress Anda (post_modified). Sebagai contoh, jika Anda sedang menggunakan zona waktu &#8220;UTC+7&#8243;, maka ketika Anda menyunting dan menyimpan kembali artikel tersebut di atas pada tanggal 4 Juni 2011 pukul 10:15:24 pagi, maka nilai yang akan disimpan di kolom yang memiliki format UTC (post_modified_gmt) akan menjadi &#8220;2011-06-04 03:15:24&#8243;, sedangkan nilai yang disimpan pada kolom dengan format yang sesuai dengan zona waktu &#8220;UTC+7&#8243; (post_modified) akan menjadi &#8220;2011-06-04 10:15:24&#8243;.</p>
<p><strong>Apa itu UTC?</strong></p>
<ol>
<li>UTC merupakan singkatan dari Universal Time Coordinated.</li>
<li>UTC ditemukan oleh organisasi Perhimpuan Telekomunikasi Internasional (International Telecommunication Union = ITU) untuk mengurangi kebingungan yang timbul dari penggunaan beberapa standar waktu yang berbeda.</li>
<li>Alasan dia menjadi UTC daripada CUT adalah karena singkatan dalam bahasa Perancis seharusnya TUC, sehingga UTC diputuskan menjadi singkatan yang mengakomodir kebutuhan bersama antara bahasa Inggris dan Perancis. Sebagai sebuah hasil dari pengaturan ulang, UTC sering kali merujuk kepada &#8220;Universal Coordinate Time&#8221;.</li>
</ol>
<p><strong>Apa itu GMT?</strong></p>
<ol>
<li>GMT merupakan singkatan dari Greenwich Mean Time, adalah isitilah yang awalnya merujuk kepada waktu matahari pada Royal Observatory di Greenwich, London, Inggris. Hal ini bisa dibilang sama dengan Coordinated Universal Time (UTC) dan ketika ini dipandang sebagai nama zona waktu Greenwich Mean Time, terutama digunakan oleh badan-badan yang terkait dengan negara Inggris, seperti BBC World Service, Royal Navy, Kantor Met, dan lain-lain.</li>
<li>GMT adalah waktu di Meridian Utama, garis bujur yang melintasi Greenwich (dekat London) dari kutub utara ke kutub selatan. Semua garis bujur lainnya, tentu saja, baik di sebelah timur maupun barat dari Greenwich tadi akan menjadi di depan dan di belakang dari waktu yang sebenarnya. Lokasi di Spanyol, sebagai pengecualian, meskipun berada di meridian utama, memilih untuk tidak mengambil waktu GMT, tapi menjadi satu jam ke depan dengan negara-negara Eropa Barat.</li>
</ol>
<p><strong>Kesimpulan</strong>: WordPress memungkinkan Anda untuk menentukan waktu Anda sebagai pengurang dari Universal Coordinated Time (UTC), sehingga semua unsur yang terkait dengan waktu akan disimpan di dalam basis data sebagai nilai GMT (Greenwich Mean Time), yang merupakan standar universal. Hal ini akan membantu Anda untuk menampilkan waktu yang sebenarnya pada situs Anda, bahkan jika host server Anda terletak di zona waktu yang berbeda dengan zona waktu Anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ilovewordpress.org/id/fitur/pengaturan-dan-pengadministrasian/wordpress-yang-ramah-dengan-zona-waktu-utc-friendly/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Instal WordPress di Root atau Subdirektori (Portable Utama)</title>
		<link>http://www.ilovewordpress.org/id/fitur/pengaturan-dan-pengadministrasian/instal-wordpress-di-root-atau-subdirektori-portable-utama/</link>
		<comments>http://www.ilovewordpress.org/id/fitur/pengaturan-dan-pengadministrasian/instal-wordpress-di-root-atau-subdirektori-portable-utama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2011 15:41:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masino Sinaga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengaturan dan Pengadministrasian]]></category>
		<category><![CDATA[akar]]></category>
		<category><![CDATA[direktori]]></category>
		<category><![CDATA[instal]]></category>
		<category><![CDATA[subdirektori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ilovewordpress.org/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Anda dapat menginstal WordPress Anda apakah di dalam direktori utama (root) atau subdirektori tertentu yang dibuat di web server Anda. Tergantung pada kebutuhan, Anda dapat memilih salah satu dari dua pilihan tadi. Banyak orang menentukan pada pilihan pertama yang merupakan cara tercepat untuk menginstal WordPress. Tetapi beberapa orang lainnya menginstal WordPress di dalam subdirektori tertentu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda dapat menginstal WordPress Anda apakah di dalam direktori utama (root) atau subdirektori tertentu yang dibuat di web server Anda. Tergantung pada kebutuhan, Anda dapat memilih salah satu dari dua pilihan tadi. Banyak orang menentukan pada pilihan pertama yang merupakan cara tercepat untuk menginstal WordPress. Tetapi beberapa orang lainnya menginstal WordPress di dalam subdirektori tertentu yang dibuat khusus untuk itu. Jika Anda memutuskan untuk menginstal menggunakan pilihan kedua, maka Anda dapat mengikuti instruksi terkait dari artikel resmi yang sudah disediakan WordPress: <a href="http://codex.wordpress.org/Giving_WordPress_Its_Own_Directory" title="Bagaimana menginstal WordPress di dalam Subdirektori" target="_blank">Menempatkan WordPress di Dalam Subdirektori</a>.</p>
<p>Alasan mengapa orang menginstal WordPress di dalam direktori utama/root (&#8220;public_html/&#8221;) adalah:</p>
<ol>
<li>
WordPress merupakan satu-satunya aplikasi web di server web tersebut.
</li>
<li>
Merupakan cara termudah dan tercepat untuk menginstal WordPress di suatu server web.
</li>
</ol>
<p>Sedangkan alasan mengapa orang menginstal WordPress di dalam suatu subdirektori (sebagai contoh: &#8220;public_html/_my_wp/&#8221;) adalah:</p>
<ol>
<li>
Menjaga direktori utama dari server web tetap rapi dan teratur. Anda memiliki kebebasan dan fleksibilitas untuk menambah aplikasi web lainnya tanpa harus mencampuradukkan antara berkas-berkas aplikasi web yang satu dengan yang lainnya. Meletakkan WordPress di dalam direktorinya sendiri akan menyimpan semua berkas terkait dalam satu tempat yang jelas dan simpel serta tidak membingungkan. Sebagai contoh: WordPress diinstal di subdirektori &#8220;public_html/_secret_wp/&#8221;, sementara aplikasi web lainnya diinstal di subdirektori &#8220;public_html/_another_web_application/&#8221;. Jadi, ini tidak akan mencampuradukkan berkas-berkas WordPress Anda dengan berkas aplikasi web lainnya.
</li>
<li>
Hal ini memudahkan dalam pembuatan layer keamanan ke direktori admin Anda. Bonus keamanan yang diperoleh dengan cara ini adalah dengan membuat nama lain dari subdirektori WordPress Anda ke sesuatu yang sukar untuk ditebak, sehingga membuatnya sulit untuk dihack, misalnya: &#8220;public_html/my_secret_wp_a2368542x/&#8221;.
</li>
</ol>
<p><strong>Kesimpulan</strong>: Anda dapat memilih untuk memiliki berkas-berkas WordPress yang terkait, yang membentuk sisi-belakang dari tampilan situs Anda, di direktori yang sama dengan alamat situs atau di dalam direktori yang berbeda. Sebagai contoh, jika Anda ingin situs Anda pada alamat http://example.com (public_html &#8211; direktori utama &#8220;root&#8221; dari akun server web Anda) dan Anda ingin menempatkan berkas-berkas WordPress terkait dan struktur direktorinya di alamat http://example.com/wordpress (public_html/wordpress), Anda bisa melakukannya! </p>
<p>Jadi, apa pilihan Anda? <img src='http://www.ilovewordpress.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ilovewordpress.org/id/fitur/pengaturan-dan-pengadministrasian/instal-wordpress-di-root-atau-subdirektori-portable-utama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Installasi WordPress di Lokal (Localhost)</title>
		<link>http://www.ilovewordpress.org/id/fitur/pengaturan-dan-pengadministrasian/installasi-wordpress-di-lokal-localhost/</link>
		<comments>http://www.ilovewordpress.org/id/fitur/pengaturan-dan-pengadministrasian/installasi-wordpress-di-lokal-localhost/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2011 13:35:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masino Sinaga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengaturan dan Pengadministrasian]]></category>
		<category><![CDATA[instal]]></category>
		<category><![CDATA[lisensi]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ilovewordpress.org/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Anda dapat menginstall WordPress di localhost (komputer/laptop pribadi) maupun di akun hosting yang dapat diakses secara publik. Installasi WordPress di localhost sangatlah mudah, bermanfaat, dan direkomendasikan ketika Anda ingin mempelajari dan mencoba WordPress, khususnya ketika Anda menggunakan WordPress untuk pertama kalinya. Selain itu, server lokal ini sangat berguna ketika Anda ingin mengetes versi terbaru WordPress [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda dapat menginstall <a href="http://wordpress.org" title="WordPress" target="_blank">WordPress</a> di  localhost (komputer/laptop pribadi) maupun di akun hosting yang dapat diakses secara publik. Installasi WordPress di localhost sangatlah mudah, bermanfaat, dan direkomendasikan ketika Anda ingin mempelajari dan mencoba WordPress, khususnya ketika Anda menggunakan WordPress untuk pertama kalinya. Selain itu, server lokal ini sangat berguna ketika Anda ingin mengetes versi terbaru WordPress yang baru saja dirilis. </p>
<p>Ada banyak aplikasi yang dapat Anda gunakan untuk membuat server web sendiri di localhost Anda. Karena WordPress menggunakan PHP dan MySQL dan masih banyak pengguna masih menggunakan sistem operasi Windows (termasuk saya sendiri), maka Anda dapat menggunakan salah satu server web berbasis Windows terbaik di dunia saat ini; yang disebut dengan: <a href="http://www.wampserver.com/en/" title="Wampserver" target="_blank">WampServer</a>. Anda dapat mengundah dan menggunakannya. Dia merupakan proyek <em>open source</em>, bebas dan gratis digunakan (lisensi GPL). Apakah aku tadi menyebutkan gratis 100%? <img src='http://www.ilovewordpress.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>WampServer merupakan singkatan dari <strong>Windows Apache MySQL and PHP Server</strong>. Ini salah satu dari aplikasi favorit saya, karena selain gratis, dengan menginstall aplikasi ini, Anda akan otomatis mendapatkan layanan Apache, PHP, dan MySQL terinstall dari cukup satu paket ini saja. Tidak perlu menginstall setiap layanan terpisah dari aplikasi yang berbeda. Proses installasinya pun sangat cepat dan mudah untuk diikuti. Selain ketiga layanan di atas tadi, Anda juga akan mendapatkan <a href="http://www.phpmyadmin.net/home_page/index.php" title="phpMyAdmin" target="_blank">phpMyAdmin</a> terinstall. </p>
<p>phpMyAdmin merupakan piranti perangkat lunak gratis yang ditulis dengan bahasa PHP yang dimaksudkan untuk menangani administrasi basis data MySQL melalui layanan World Wide Web. phpMyAdmin mendukung berbagai operasi yang terdapat di MySQL. Operasi yang paling banyak digunakan didukung oleh antar muka pengguna (pengaturan basis data, tabel, field, relasi, indeks, pengguna, hak akses, dan lain sebagainya), sementara Anda masih tetap memiliki kemampuan untuk mengeksekusi pernyataan SQL apapun. Hal ini akan semakin memudahkan Anda untuk menghubungi basis data MySQL tanpa menggunakan aplikasi dari pihak ketiga manapun yang harus diinstall terpisah. </p>
<p><strong>Kesimpulan</strong>: WordPress didisain untuk diinstall di server web pribadi Anda, maupun di akun hosting yang dapat diakses secara publik, yang akan memberikan Anda pengaturan yang lengkap pada situs Anda. Tidak seperti layanan hosting pihak ketiga manapun, Anda dapat mengakses dan memodifikasi apapun yang terkait dengan situs Anda, jika Anda memang membutuhkannya. Jadi, ingatlah selalu hal ini: bahwa Anda dapat menginstall WordPress di komputer desktop atau laptop pribadi Anda, atau bahkan pada jaringan Intranet Anda. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ilovewordpress.org/id/fitur/pengaturan-dan-pengadministrasian/installasi-wordpress-di-lokal-localhost/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lisensi dan Platform WordPress</title>
		<link>http://www.ilovewordpress.org/id/fitur/lisensi-dan-platform-wordpress/</link>
		<comments>http://www.ilovewordpress.org/id/fitur/lisensi-dan-platform-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2011 06:19:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masino Sinaga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fitur]]></category>
		<category><![CDATA[lisensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ilovewordpress.org/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Lisensi: WordPress memiliki lisensi di bawah GPL. Dalam kalimat singkat, GPL berarti bahwa jika Anda memodifikasi sesuatu, maka Anda harus merilis kode sumbernya termasuk perubahan tadi. Dengan kata lain, WordPress 100% GRATIS! Platform: PHP (4.3 atau yang lebih baru) dan MySQL (4.1.2 atau yang lebih baru) dibutuhkan (terakhir saat artikel ini ditulis). Hal ini dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lisensi</strong>: WordPress memiliki lisensi di bawah <a href="http://www.gnu.org/copyleft/gpl.html" target="_blank" title="GPL">GPL</a>. Dalam kalimat singkat, GPL berarti bahwa jika Anda memodifikasi sesuatu, maka Anda harus merilis kode sumbernya termasuk perubahan tadi. Dengan kata lain, WordPress 100% GRATIS! <img src='http://www.ilovewordpress.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Platform</strong>: PHP (4.3 atau yang lebih baru) dan MySQL (4.1.2 atau yang lebih baru) dibutuhkan (terakhir saat artikel ini ditulis). Hal ini dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada versi terakhir yang dirilis. Sebagai contoh, akan terjadi perubahan kebutuhan minimum untuk WordPress 3.2, di mana dia menggunakan PHP 5.2.4 atau yang lebih baru (kebutuhan lama &#8211; sejak WordPress 2.5 adalah PHP 4.3 atau yang lebih baru) dan MySQL 5.0.15 atau yang lebih baru (kebutuhan lama &#8211; sejak WordPress 2.9 menggunakan MySQL 4.1.2 atau yang lebih baru).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ilovewordpress.org/id/fitur/lisensi-dan-platform-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alasan Mengapa Saya Cinta WordPress</title>
		<link>http://www.ilovewordpress.org/id/umum/alasan-mengapa-saya-cinta-wordpress/</link>
		<comments>http://www.ilovewordpress.org/id/umum/alasan-mengapa-saya-cinta-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 02:45:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masino Sinaga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[alasan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ilovewordpress.org/umum/alasan-mengapa-saya-cinta-wordpress/</guid>
		<description><![CDATA[Ijinkan saya untuk berkata jujur. Pertama kali saya jatuh cinta dengan WordPress adalah karena dia menulis ulang URL-nya sehingga terlihat ramah bagi penggunanya. URL-nya pun sangat bersih dari karakter-karakter yang tidak diperkenankan. Beberapa orang mengatakan bahwa Google sangat suka dengan bentuk URL tersebut. Format URL seperti ini merupakan salah satu cara bagaimana kita dapat meningkatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ijinkan saya untuk berkata jujur. Pertama kali saya jatuh cinta dengan <a href="http://www.wordpress.org" target="_blank">WordPress</a> adalah karena dia menulis ulang URL-nya sehingga terlihat ramah bagi penggunanya. URL-nya pun sangat bersih dari karakter-karakter yang tidak diperkenankan. Beberapa orang mengatakan bahwa Google sangat suka dengan bentuk URL tersebut. Format URL seperti ini merupakan salah satu cara bagaimana kita dapat meningkatkan trafik web dengan membuatnya ramah bagi SEO (Search Engine Optimization). Saya tidak menemukan kemampuan ini di CMS lain yang sudah pernah saya gunakan, seperti <a href="http://www.phpnuke.org" target="_blank">PHP-Nuke</a> dan <a href="http://www.dragonflycms.org" target="_blank">DragonFly CMS</a>. Saya juga jatuh cinta dengan antarmuka adminnya yang sangat lembut dan rapi; mulai dari antarmuka login, panel admin, dan editor artikelnya. <span id="more-15"></span></p>
<p>Masih banyak alasan lainnya mengapa saya jatuh cinta dengan WordPress di samping dua alasan utama di atas:</p>
<ol>
<li>WordPress merupakan perangkat lunak yang 100% gratis!</li>
<li>Berkas-berkas utamanya berukuran relatif kecil. Sebagai perbandingan, ukuran berkas .zip untuk WordPress 2.9.2 hanya 2,4 MB!</li>
<li>Sangat mudah untuk menatausahakan. Hanya lima menit, maka Anda dapat membuat situs yang hebat!</li>
<li>Ribuan plugin gratis tersedia. Saya bahkan tidak dapat membayangkan bagaimana mengeksplorasinya. <img src='http://www.ilovewordpress.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Ribuan theme gratis pun tersedia yang siap untuk Anda unduh dan gunakan dengan mudah. </li>
<li>Pengaturan pemutahiran yang profesional, baik untuk berkas utama, plugin, dan theme.</li>
<li>Dokumentasi yang sangat lengkap tersedia. Semuanya diuraikan dengan jelas.</li>
<li>Memiliki komunitas yang sangat besar. Bahkan jika Anda seorang newbie, mereka akan menyambut Anda.</li>
<li>Jika saya ingin membuat fungsi atau fitur tambahan, maka saya dapat membuat plugin dengan menggunakan fungsi-fungsi bawaan yang telah disediakan oleh WordPress tanpa harus memodifikasi fungsi utama di WordPress.</li>
<li>Jika saya ingin mengubah tampilan situs, maka saya dapat membuat theme sendiri dengan menggunakan fungsi-fungsi terkait yang telah disediakan oleh WordPress.</li>
<li>Saya bisa menulis artikel dan menjadwalkan kapan artikel tersebut diterbitkan secara otomatis.</li>
</ol>
<p>Saya juga akan menulis dan berbagi pengalaman kepada Anda, selama mengeksplorasi dan menggunakan beberapa plugin dan theme favorit saya. Inilah yang membuat saya menjadi semakin cinta kepada WordPress. <img src='http://www.ilovewordpress.org/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ilovewordpress.org/id/umum/alasan-mengapa-saya-cinta-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Datang!</title>
		<link>http://www.ilovewordpress.org/id/umum/selamat-datang/</link>
		<comments>http://www.ilovewordpress.org/id/umum/selamat-datang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Apr 2010 17:33:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Masino Sinaga</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[selamat datang]]></category>
		<category><![CDATA[terima kasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ilovewordpress.org/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Selamat datang di ILoveWordPress.org! Terima kasih telah menyediakan waktu Anda untuk mampir di situs ini. Situs ini saya dedikasikan khusus buat WordPress, platform blog terbaik di dunia saat ini. Di sini Anda dapat menemukan tulisan-tulisan saya yang berisi pengalaman ketika mengeksplorasi dan menggunakan WordPress. Tidak pernah ada kata berhenti untuk belajar, termasuk mempelajari fitur-fitur WordPress [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat datang di ILoveWordPress.org! Terima kasih telah menyediakan waktu Anda untuk mampir di situs ini. Situs ini saya dedikasikan khusus buat WordPress, platform blog terbaik di dunia saat ini. Di sini Anda dapat menemukan tulisan-tulisan saya yang berisi pengalaman ketika mengeksplorasi dan menggunakan WordPress. Tidak pernah ada kata berhenti untuk belajar, termasuk mempelajari fitur-fitur WordPress yang sangat luar biasa itu. Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ilovewordpress.org/id/umum/selamat-datang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

